MAN 2 MALANG - Kamis, 1 Oktober 2026, suasana di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Malang tampak berbeda dari hari-hari biasa. Seluruh warga madrasah, mulai dari jajaran guru, tenaga kependidikan, wali kelas, hingga peserta didik dari kelas X, XI, dan XII, mengikuti rangkaian kegiatan edukasi dan sosialisasi lintas instansi yang dipusatkan di lingkungan madrasah.
Kegiatan yang dirancang secara maraton ini menghadirkan tiga narasumber penting dari instansi berbeda, yakni Puskesmas Turen, BNN Kabupaten Malang, serta Polsek Turen. Kehadiran para pemangku kepentingan ini bertujuan membekali para remaja madrasah dengan kesadaran hukum, kesehatan fisik, mental, serta membentengi mereka dari bahaya sosial yang kian kompleks.
Sesi Pagi: Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental Remaja bersama Puskesmas Turen
Rangkaian acara dibuka tepat pukul 08.00 WIB oleh tim medis dari Puskesmas Turen. Mengambil durasi hingga pukul 09.30 WIB, para siswa kelas X, XI, dan XII mendapatkan materi komprehensif mengenai Edukasi Kesehatan Remaja.


Dalam pemaparannya, pihak Puskesmas Turen menekankan pentingnya menjaga kebugaran tubuh, pola makan bergizi, serta manajemen stres di usia remaja. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar kesehatan fisik dan mental yang sering kali dialami oleh anak seusi mereka.
Menangkal Ancaman Narkotika Bersama BNN Kabupaten Malang
Memasuki sesi kedua pukul 10.00 hingga 11.30 WIB, panggung edukasi diisi oleh perwakilan dari BNN Kabupaten Malang. Fokus utama pada sesi ini adalah bahaya nyata penyalahgunaan narkotika dan minuman keras (miras) di kalangan generasi muda.

"Remaja adalah target utama peredaran gelap narkoba. Oleh karena itu, membentengi diri dengan keimanan dan ketegasan untuk berkata 'tidak' pada narkoba adalah harga mati," tegas pemateri dari BNN Kabupaten Malang di hadapan para siswa yang menyimak dengan penuh khidmat.
Sesi Siang: Tertib Berlalu Lintas dan Sosialisasi Hukum Anti-Perundungan Bersama Polsek Turen
Menjelang siang hari pukul 13.00 hingga 14.30 WIB, giliran jajaran Polsek Turen yang hadir di tengah-tengah peserta didik. Ada dua poin krusial yang disampaikan oleh pihak kepolisian, yaitu sosialisasi kedisiplinan berkendara di jalan raya serta edukasi mengenai bahaya perundungan (bullying) ditinjau dari aspek hukum yang berlaku.


Pihak Polsek Turen mengingatkan pentingnya penggunaan helm standar, kelengkapan surat berkendara bagi siswa yang membawa kendaraan sendiri, serta bahaya tindakan bullying baik secara fisik maupun verbal di lingkungan sekolah.
Peran Aktif Guru BK dan Dukungan Penuh Orang Tua
Kelancaran jalannya kegiatan maraton ini tentu tidak lepas dari instruksi khusus dan pengawalan ketat dari pihak madrasah. Seluruh Guru Bimbingan Konseling (BK) diterjunkan langsung untuk mendampingi siswa, mengarahkan ketertiban, memastikan kehadiran tepat waktu, serta menjaga suasana kondusif selama tiga sesi materi berlangsung.
Selain itu, dukungan luar biasa juga datang dari para orang tua atau wali murid yang turut mendorong putra-putrinya untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dengan sungguh-sungguh. Melalui kolaborasi yang apik antara madrasah, orang tua, Puskesmas, BNN, dan kepolisian ini, MAN 2 Malang berharap dapat terus mencetak generasi bangsa yang sehat, taat hukum, berkarakter mulia, serta terhindar dari segala bentuk kenakalan remaja.