MAN 2 MALANG – Lantunan ayat suci Al-Quran menggema di auditorium Universitas Brawijaya, membius ratusan pasang mata yang hadir dalam ajang Gebyar Brawijaya Qur’ani Nasional (GBQN) XI 2026. Di antara ketatnya persaingan para qari dan qariah muda berbakat dari berbagai penjuru tanah air, nama Nadia Shofiatur Rahmah mendadak menjadi sorotan.
Siswi kelas XI-1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Malang ini sukses menembus jajaran elite juara nasional dengan menyabet gelar Juara 3 Cabang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Keberhasilan ini tidak sekadar membawa pulang piala, tetapi juga meneguhkan reputasi madrasah sebagai lumbung talenta Qurani yang disegani di kancah nasional.
Menghidupkan Seni Membaca Al-Quran di Tengah Gempuran Modernitas
Ajang GBQN XI 2026 yang dihelat secara megah di Universitas Brawijaya dikenal sebagai salah satu panggung pencarian bakat paling prestisius bagi generasi muda Islam. Mengusung misi melahirkan generasi yang dekat dengan kitab suci, kompetisi ini menuntut standar penilaian yang sangat ketat—mulai dari aspek fashahah, tajwid, lagu, suara, hingga adab membaca.

Bagi Nadia, berdiri di atas panggung besar dan berhadapan langsung dengan dewan juri nasional bukanlah perkara mudah. Namun, ketenangan jiwa serta latihan intensif yang ia jalani di bawah bimbingan guru dan pelatih mampu meredam demam panggung. Setiap lenggokan nada yang ia lantunkan berhasil memukau para penonton yang hadir di ruang auditorium.
Buah Manis Kedisiplinan dan Dukungan Penuh Madrasah
Di balik keberhasilan meraih podium ketiga tingkat nasional, tersimpan kisah perjuangan seorang pelajar yang harus pandai membagi waktu. Rutinitas sekolah yang padat di kelas XI-1 tidak menyurutkan niat Nadia untuk menyisihkan waktu khusus setiap harinya guna melatih vokal dan memperhalus makhraj huruf.
"Jujur, rasanya seperti mimpi bisa berdiri sejajar dengan talenta-talenta hebat dari berbagai kampus dan sekolah ternama di Indonesia. Kunci utamanya adalah istiqomah dalam latihan dan doa restu orang tua serta guru. Penghargaan ini saya persembahkan untuk almamater tercinta, MAN 2 Malang," ujar Nadia penuh haru.

Foto 2: Senyum bahagia Nadia Shofiatur Rahmah saat menerima piala kejuaraan nasional di ajang GBQN XI 2026 Universitas Brawijaya
Pihak madrasah pun menyambut kemenangan ini dengan rasa syukur yang mendalam. Prestasi Nadia di ajang GBQN XI 2026 ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa pendidikan di madrasah mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual sains dengan kehalusan spiritualitas keagamaan.
"Kami sangat bangga. Nadia telah menunjukkan bahwa kecintaan terhadap Al-Quran bisa berbuah prestasi gemilang di tingkat nasional. Semoga pencapaian ini menginspirasi siswa-siswi MAN 2 Malang lainnya untuk terus menghidupkan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari," pungkas perwakilan pimpinan madrasah.