MAN 2 MALANG — Semarak kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW terasa begitu kental di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Malang. Bertempat di Masjid Al-Asmu'i, segenap civitas akademika yang terdiri dari pendidik, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik kelas X, XI, dan XII berkumpul dengan penuh kekhidmatan dalam acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).
Mengusung tema utama "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Membentuk Generasi Muda yang Berkarakter dan Berintegritas", kegiatan keagamaan akbar ini dirancang tidak hanya sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter spiritual peserta didik agar senantiasa meneladani luhurnya budi pekerti Nabi Muhammad SAW di era modern saat ini.
Syiar Shalawat dan Rangkaian Acara yang Khidmat
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan diisi pra-acara berupa penampilan memukau dari grup banjari kebanggaan madrasah, el Mandama. Lantunan shalawat merdu yang bergema di Masjid Al-Asmu'i berhasil membakar semangat religius dan menyambut kehadiran seluruh warga madrasah.

Tepat pukul 08.30 WIB, acara resmi dibuka oleh tim pembawa acara, dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an oleh saudari Nadia Shofiaitur R. yang menyentuh hati para jemaah yang hadir.

Pesan Kepala Madrasah: Mengimplementasikan 4 Sifat Utama Nabi dalam Pendidikan
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Malang, Titien Sumartin, S.Pd., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana introspeksi diri. Beliau menekankan agar para peserta didik tidak sekadar mengenal sejarah kelahiran Rasulullah SAW, melainkan wajib mengimplementasikan empat sifat utama Nabi Muhammad SAW (Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah) dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pendidikan madrasah.
"Sebagai pelajar madrasah, anak-anakku sekalian harus mampu meneladani empat sifat mulia Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam keseharian. Pertama, Shiddiq (jujur), yakni senantiasa berkata dan bertindak jujur dalam setiap ujian maupun pergaulan. Kedua, Amanah (dapat dipercaya), yang diimplementasikan dengan disiplin, bertanggung jawab terhadap tugas belajar, serta menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang tua dan guru," ungkap Titien Sumartin dalam sambutannya.

Lebih lanjut, beliau juga menguraikan implementasi dua sifat mulia lainnya bagi seorang pelajar.
"Ketiga adalah Tabligh (menyampaikan kebaikan), di mana kalian sebagai generasi muda Islam harus berani mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, serta menjadi teladan bagi sesama. Serta yang keempat adalah Fathonah (cerdas), yang artinya kalian harus memiliki semangat tinggi dalam menuntut ilmu, berpikir kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai akhlakul karimah," tambahnya.
Usai sambutan kepala madrasah, suasana masjid semakin syahdu tatkala pembacaan Maulid Diba' dikumandangkan bersama-sama oleh tim banjari, yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh siswa dan guru.

Tausiyah Inspiratif oleh KH. Zainal Arifin al Nganjuki
Puncak acara yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh warga madrasah adalah sesi mauidhatul hasanah atau ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah kondang, KH. Zainal Arifin al Nganjuki.

Dalam tausiyahnya, KH. Zainal Arifin al Nganjuki berpesan agar para pelajar madrasah senantiasa menjadikan Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup yang utama. Beliau merumuskan tiga pesan penting bagi generasi muda Islam di era modern:
"Pertama, perbanyaklah bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan lisan yang senantiasa basah oleh shalawat, kelak kita berharap mendapatkan syafaat beliau di yaumil akhir serta membawa ketenangan hati dalam menuntut ilmu."
"Kedua, pelajarilah sejarah tentang Nabi (Sirah Nabawiyah). Jangan hanya mengenal nama beliau saja, tetapi kenali perjuangan, kesabaran, dan betapa besarnya cinta Rasulullah kepada umatnya, agar tumbuh rasa cinta yang mendalam di dalam hati kalian."
"Ketiga, jaga Al-Qur'an dan Hadis. Jadikan keduanya sebagai kompas utama dalam menjalani hidup. Anak muda yang berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadis tidak akan mudah terombang-ambing oleh arus negatif zaman."
Para siswa tampak antusias dan khidmat menyimak pesan-pesan moral yang disampaikan dengan gaya interaktif oleh sang kiai. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh KH. Zainal Arifin al Nganjuki, memohon keberkahan, keselamatan, serta kemajuan bagi seluruh keluarga besar MAN 2 Malang.
Melalui kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 ini, MAN 2 Malang kembali membuktikan komitmennya yang kuat dalam menciptakan suasana madrasah yang religius dan harmonis. Diharapkan, nilai-nilai keteladanan sifat Rasulullah SAW dapat mendarah daging pada diri setiap peserta didik, sehingga mampu melahirkan generasi muda bangsa yang berkarakter, berintegritas, cerdas, dan siap membawa kemaslahatan bagi agama, nusa, dan bangsa.